Cara Mengatasi Stretch Film yang Tidak Mau Menempel (Hilang Daya Rekat)

Strapping band – Stretch film atau yang biasa kita kenal dengan sebutan plastik wrapping adalah salah satu benda yang sangat penting di dunia pengemasan dan logistik. Fungsi dari plastik ini sebenarnya cukup simpel tapi sangat krusial karena gunanya untuk melindungi barang agar tidak rusak dan mengikat produk di atas pallet supaya tidak geser atau jatuh waktu dikirim. Masalahnya adalah tidak semua proses wrapping itu bisa berjalan dengan lancar karena kadang stretch film malah tidak mau menempel atau terasa licin seperti kehilangan daya rekatnya. Kalau sudah terjadi hal seperti ini maka hasil packing kita akan jadi berantakan dan pastinya jadi buang-buang plastik saja.

Nah kalau anda sekarang sedang menghadapi masalah stretch film yang tidak mau menempel atau hilang daya rekatnya maka jangan panik dulu. Di dalam artikel ini kita akan membahas apa saja penyebabnya dan juga bagaimana cara untuk mengatasinya dengan langkah yang sangat mudah dipahami. Meskipun gaya bahasanya santai tapi informasi ini tetap teknis agar anda bisa benar-benar paham dan bisa langsung mempraktikkannya di gudang atau tempat kerja anda.

Kenapa Stretch Film Bisa Tidak Mau Menempel?

Sebelum kita mencari tahu bagaimana solusinya maka kita harus mengerti dulu apa yang menjadi akar masalahnya. Stretch film itu sebenarnya memiliki sebuah fitur yang disebut dengan “cling” atau daya rekat alami yang biasanya ada di bagian sisi dalam film atau inner cling. Tapi daya rekat ini memang bisa saja hilang atau menjadi lemah karena dipengaruhi oleh beberapa hal yang mungkin tidak kita sadari.

Beberapa penyebab yang paling umum terjadi biasanya adalah karena kualitas film yang tidak sesuai dengan kebutuhan anda atau bisa jadi pemasangan sisi filmnya terbalik. Selain itu permukaan barang yang kotor atau berdebu juga sangat berpengaruh dan suhu ruangan yang terlalu lembap bisa membuat cling plastik tersebut berkurang. Kadang settingan pada mesin wrapping juga tidak tepat atau bisa saja karena film sudah terlalu lama disimpan di tempat yang salah sehingga kualitasnya menurun.

1. Pastikan Stretch Film Tidak Terbalik (Ini Sering Banget Terjadi)

Ini adalah salah satu kesalahan yang sangat klasik dan paling sering ditemukan di lapangan karena banyak orang yang tidak sadar kalau stretch film itu punya dua sisi yang berbeda fungsinya. Ada sisi dalam atau inner side yang memang dibuat lengket atau punya daya rekat dan ada juga sisi luar atau outer side yang dibuat lebih licin supaya kalau barang ditumpuk tidak saling menempel ke luar. Kalau anda memasang plastiknya terbalik maka sudah pasti plastik tersebut tidak akan mau menempel ke lapisan film lainnya saat dililitkan.

Solusi cepat yang bisa anda lakukan adalah dengan mencoba menempelkan ujung film ke tangan anda atau ke permukaan plastik yang lain untuk mengetesnya. Sisi yang terasa lebih nempel atau lengket itu adalah bagian inner side yang harus anda gunakan. Pastikan saat anda melakukan proses wrapping maka sisi yang ada cling-nya tersebut harus menghadap ke arah barang atau ke arah lapisan film yang sedang dililit.

2. Cek Kebersihan Permukaan Barang dan Pallet

Stretch film itu akan sangat susah sekali untuk menempel kalau ternyata permukaan barang yang mau dibungkus itu dalam kondisi yang tidak bersih. Masalah ini sering terjadi kalau barang tersebut berdebu atau terkena minyak dan air sehingga permukaannya menjadi lembap atau ada sisa serbuk dari kardus. Terutama pada produk industri seperti karung atau karton di gudang yang sering sekali kena debu maka daya rekat plastiknya pasti akan kalah dengan lapisan kotoran itu.

Langkah yang harus anda kerjakan adalah dengan mengelap dulu permukaan barang sebelum anda mulai melakukan wrapping terutama pada area yang akan jadi titik awal tempelan plastik. Anda juga harus memastikan kalau pallet yang digunakan tidak berdebu secara berlebihan supaya plastik bisa mengunci dengan kuat. Untuk produk-produk yang permukaannya sangat sulit ditempeli anda bisa mencoba memakai slip sheet atau lapisan karton yang bersih sebagai media bantuan untuk menempelkan plastik di awal.

3. Atur Teknik Tarikan (Stretch) yang Tepat

Anda perlu tahu bahwa stretch film itu membutuhkan sebuah tarikan yang pas supaya bisa bekerja dengan maksimal dan optimal. Kalau anda melilitnya dengan tarikan yang terlalu kendur maka plastik tersebut akan menjadi sangat longgar dan tidak bisa mengunci barang dengan kuat sehingga antar lapisan film tidak akan menempel rapat. Tapi di sisi lain kalau anda menariknya terlalu kencang juga bisa berbahaya karena film akan jadi sangat tipis dan daya rekatnya malah menurun drastis.

Untuk anda yang melakukan manual wrapping maka anda harus menarik film dengan tenaga yang konsisten dan usahakan sudut lilitannya tetap stabil dari awal sampai akhir. Sedangkan kalau anda menggunakan mesin maka anda harus mengecek kembali settingan pada bagian pre-stretch dan juga tension atau ketegangannya. Pastikan juga ada tumpang tindih atau overlap yang cukup di antara lilitan plastik tersebut dan idealnya adalah sekitar 50 persen dari lebar plastik.

4. Perhatikan Kondisi Suhu dan Kelembapan

Stretch film ini termasuk material yang sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya terutama masalah suhu. Kalau suhu di ruangan anda terlalu dingin maka daya rekat atau cling pada plastik tersebut bisa menurun secara alami. Begitu juga kalau kondisi ruangan anda terlalu panas maka film tersebut bisa menjadi terlalu lembek sehingga tidak bisa mengunci barang dengan baik dan hasilnya malah jadi berantakan.

Tanda-tanda kalau masalahnya berasal dari lingkungan adalah film akan terasa sangat licin sekali meskipun anda sudah mencoba untuk memberikan tarikan. Film juga akan sulit sekali untuk menempel walaupun anda sudah memberikan overlap yang banyak dan hasil wrapping anda akan gampang terlepas sendiri. Solusinya adalah simpanlah plastik film anda di suhu ruangan yang normal dan jangan ditaruh di dekat mesin yang panas atau di bawah atap gudang secara langsung serta jangan menaruhnya langsung di atas lantai karena rawan lembap.

5. Cek Umur dan Cara Penyimpanan Stretch Film

Stretch film yang sudah terlalu lama disimpan di dalam gudang atau cara penyimpanannya yang asal-asalan bisa membuat kualitas rekatnya jadi menurun. Apalagi kalau plastik tersebut sering terkena sinar matahari secara langsung atau terkena panas yang berlebihan dan tertindih oleh barang-barang berat lainnya. Plastik tersebut bisa berubah sifatnya menjadi lebih licin atau yang lebih parah lagi adalah plastiknya jadi gampang sobek saat anda gunakan.

Cara mengatasinya adalah anda harus menerapkan sistem FIFO atau First In First Out untuk stok stretch film anda supaya barang lama selalu keluar lebih dulu. Anda juga harus menyimpan roll plastik tersebut dalam posisi berdiri dan bukannya ditumpuk atau ditindih dengan barang lain supaya bentuknya tidak berubah. Tempat penyimpanannya juga harus dipastikan teduh dan kering agar material plastik tidak rusak dimakan usia sebelum sempat anda gunakan.

6. Gunakan Stretch Film yang Sesuai Jenis Aplikasi

Kita juga harus sadar bahwa tidak semua jenis stretch film itu akan cocok untuk digunakan pada semua jenis barang. Misalnya kalau anda membungkus barang yang sangat berat dan punya sudut tajam maka anda butuh film yang lebih tebal dan kuat. Sedangkan untuk barang yang permukaannya licin maka anda butuh plastik yang punya tingkat cling atau daya rekat yang lebih tinggi dari biasanya agar tidak mudah lepas.

Solusi untuk masalah ini adalah anda harus memilih grade film yang memang sesuai dengan kebutuhan aplikasi anda seperti mempertimbangkan berat beban dan tinggi pallet. Jangan hanya fokus mencari harga yang paling murah saja karena biasanya film yang murah itu kualitasnya kurang bagus dan malah bikin boros pemakaian karena anda harus melilitnya berkali-kali. Dengan memilih spesifikasi yang tepat maka masalah plastik tidak mau nempel ini bisa anda hindari sejak awal.

7. Tambahkan Pengunci Awal (Start Wrap) yang Benar

Kadang-kadang masalah yang kita hadapi itu sebenarnya bukan karena plastik filmnya yang tidak lengket tapi karena teknik awal saat memulai wrapping yang kurang tepat. Ujung film itu harus benar-benar dalam posisi terkunci di bagian awal supaya saat ditarik dia tidak ikut terlepas. Kalau dari awal saja sudah tidak terkunci dengan kuat maka plastik tersebut akan terus-terusan lepas saat anda mencoba melilitkan ke bagian atas.

Cara yang benar adalah anda harus memulai proses wrapping dari bagian paling bawah pallet terlebih dahulu sebagai pondasinya. Lakukan lilitan sebanyak dua sampai tiga kali putaran pada bagian bawah dengan overlap yang sangat rapat supaya ikatannya kuat. Jangan lupa untuk memastikan ujung film sudah anda tekan dengan kuat ke permukaan pallet atau barang sebelum anda melanjutkan lilitan ke arah atas supaya plastiknya tidak bergeser.

Baca juga Solusi Jika Gulungan Stretch Film Lengket dan Sulit Dibuka

8. Jika Pakai Mesin Wrapping, Cek Roller dan Brake

Kalau di tempat kerja anda menggunakan mesin wrapping otomatis dan daya rekatnya terasa kurang maka masalahnya bisa jadi ada pada bagian mekanikal mesin tersebut. Biasanya roller pada mesin sudah mulai kotor karena debu atau sisa plastik dan bagian brake atau remnya mungkin sudah terlalu longgar. Kalau pre-stretch mesin anda tidak berjalan dengan normal maka film yang keluar tidak akan punya tension atau ketegangan yang pas sehingga lapisan plastik tidak akan menempel.

Solusi untuk masalah teknis ini adalah anda harus rajin membersihkan bagian roller secara berkala supaya tidak ada kotoran yang menempel. Lakukan juga kalibrasi ulang pada bagian brake supaya tarikan plastiknya kembali pas dan tidak terlalu kendur. Selalu cek juga modul pre-stretch pada mesin anda apakah masih berfungsi normal atau butuh perbaikan agar hasil wrapping anda kembali kuat dan menempel sempurna seperti sedia kala.

Butuh Solusi Stretch Film & Packaging yang Lebih Optimal?

Kalau anda ingin mendapatkan hasil wrapping yang lebih rapi dan kuat serta ingin lebih hemat dalam pemakaian plastik film maka Tondira siap untuk membantu anda. Tondira adalah pemimpin di industri Strapping Band dan juga layanan aplikasi pengemasan yang sudah berpengalaman. Kami menyediakan berbagai macam solusi mulai dari konsultasi aplikasi packaging hingga kontrak pemeliharaan mesin dan juga menyediakan sparepart serta layanan purna jual yang lengkap.

Yuk konsultasi sekarang juga dengan tim dari Tondira untuk mendapatkan solusi terbaik mengenai stretch film dan mesin packaging serta semua kebutuhan pengemasan industri anda!