Jangan Beli!! Jika Stretch Film Menunjukkan Tanda-Tanda Berikut

Strapping band – Stretch film adalah salah satu bahan packing yang kelihatannya simpel, tapi dampaknya besar banget buat kualitas pengemasan. Di banyak industri mulai dari gudang logistik, pabrik makanan & minuman, sampai manufaktur stretch film jadi “senjata utama” buat menjaga barang tetap rapat, aman, dan stabil selama pengiriman. Masalahnya, nggak semua stretch film itu kualitasnya bagus. Ada yang kelihatan oke dari luar, tapi pas dipakai malah bikin kerjaan tambah ribet.

Kalau kamu asal beli stretch film tanpa cek kondisi dan kualitasnya, risikonya bisa macam-macam: pallet gampang goyang, barang rusak saat transit, waktu wrapping jadi lebih lama, bahkan biaya operasional jadi membengkak karena film boros. Nah, biar kamu nggak salah pilih, berikut ini tanda-tanda stretch film yang sebaiknya jangan dibeli karena bisa bikin packing kamu jadi kurang maksimal.

1. Film Terlihat Keruh atau Kusam (Nggak Jernih)

Stretch film yang bagus umumnya terlihat cukup jernih atau setidaknya bening merata. Kalau film yang kamu lihat justru tampak keruh, kusam, atau warnanya nggak konsisten, itu bisa jadi tanda bahan bakunya kurang bagus atau proses produksinya tidak stabil. Hal ini tentu saja sangat mengganggu saat anda ingin melihat isi barang dalam tumpukan pallet.

Efeknya adalah barang di dalam pallet jadi susah terlihat jelas, apalagi kalau gudang kamu butuh identifikasi cepat pada setiap kemasan. Selain itu, film yang keruh sering kali punya elastisitas yang kurang bagus sehingga gampang robek saat ditarik. Kualitas bahan yang seperti ini sebaiknya anda hindari agar tidak membuang-buang waktu saat proses pengemasan.

2. Tekstur Film Kasar, Bergelombang, atau Ada “Bintik”

Coba pegang permukaan filmnya dengan tangan kamu secara langsung. Kalau terasa kasar, ada bintik-bintik kecil, atau terlihat bergelombang, itu tanda kualitas filmnya nggak rapi dan pengerjaannya kurang teliti. Stretch film yang bagus harusnya halus, rata, dan enak ditarik saat diaplikasikan ke barang.

Film yang permukaannya tidak konsisten biasanya bikin proses wrapping jadi tersendat-sendat di tengah jalan. Hal ini bahkan bisa mengganggu mesin wrapping kalau kamu pakai mesin otomatis atau semi otomatis di pabrik anda. Tekstur yang tidak rata ini menunjukkan bahwa bahan pembuatnya tidak tercampur dengan sempurna saat proses produksi dilakukan.

3. Mudah Sobek Saat Baru Ditarik Sedikit

Ini tanda paling fatal yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli dalam jumlah banyak. Stretch film seharusnya punya daya tahan tarik yang baik supaya bisa membungkus dengan kuat. Kalau baru ditarik sedikit saja sudah robek, berarti filmnya terlalu rapuh dan tidak layak digunakan untuk beban yang berat.

Stretch film yang rapuh bikin kamu harus pakai lapisan lebih banyak supaya kuat menahan barang. Ujung-ujungnya anda akan boros film, boros waktu, dan hasil packing tetap tidak maksimal meskipun sudah dililit berkali-kali. Pastikan anda mengetes kekuatannya terlebih dahulu agar tidak kecewa setelah barang sampai di gudang.

4. Daya Rekat (Cling) Lemah atau Malah Terlalu Lengket

Stretch film punya sifat “cling” alias daya rekat antar lapisan yang sangat penting. Ini penting supaya lapisan film bisa mengunci dan menahan barang di pallet agar tidak bergeser selama perjalanan. Tanpa daya rekat yang pas, maka plastik ini hanyalah plastik biasa yang tidak bisa mengikat dengan kencang.

Kalau cling-nya terlalu lemah, film gampang lepas dan pallet jadi longgar sehingga barang bisa jatuh. Tapi kalau cling-nya terlalu lengket, film bisa bikin repot saat aplikasi karena menempel berlebihan pada tangan atau mesin. Hal ini membuat film susah ditarik dan bikin hasil wrapping jadi berantakan serta tidak enak dipandang mata.

5. Ukuran dan Ketebalan Nggak Sesuai Spesifikasi

Sering kejadian di lapangan dimana di label tertulis tebal sekian micron, tapi pas dipakai rasanya tipis banget seperti plastik biasa. Atau roll-nya kelihatan besar dari luar, tapi ternyata meternya pendek karena gulungannya tidak padat. Ini jelas bikin rugi secara finansial bagi perusahaan tempat anda bekerja.

Makanya penting banget beli stretch film dari supplier yang jelas dan transparan soal spesifikasi produknya. Anda harus memastikan bahwa apa yang tertulis di brosur atau label sesuai dengan kenyataan saat barang digunakan. Jangan tergiur harga murah jika spesifikasi yang diberikan tidak konsisten kualitasnya setiap kali order.

6. Roll Tidak Presisi (Goyang, Pinggir Tidak Rata)

Cek bentuk roll stretch film secara fisik sebelum anda membayarnya. Kalau bagian pinggirnya tidak rata atau roll-nya terlihat miring, atau saat diputar terasa goyang, itu tanda proses winding-nya buruk. Proses penggulungan yang tidak rapi ini akan menyulitkan operator saat bekerja nanti.

Masalah ini bikin film jadi susah ditarik rata dan hasil wrapping tidak rapi pada permukaan barang. Selain itu, mesin wrapping berisiko error karena putaran roll yang tidak stabil selama proses berlangsung. Operator juga jadi cepat capek karena harus sering membetulkan posisi film yang melenceng terus menerus.

7. Film Bau Menyengat atau Terasa “Aneh”

Stretch film yang normal biasanya tidak berbau menyengat yang mengganggu hidung. Kalau ada bau kimia tajam atau aroma yang nggak wajar, kamu patut curiga dengan bahan bakunya. Bisa jadi ada campuran bahan yang kurang aman atau kualitas resin yang digunakan sangat rendah sekali.

Untuk industri tertentu seperti makanan, farmasi, atau produk sensitif lainnya, hal ini bisa jadi masalah besar bagi kesehatan. Bau tersebut bisa meresap ke dalam produk yang anda kemas dan merusak kualitasnya secara keseluruhan. Selalu pastikan plastik yang anda gunakan aman dan tidak memiliki aroma yang mencurigakan.

8. Hasil Wrapping Tidak Stabil (Pallet Tetap Goyang)

Stretch film terbaik itu bukan yang paling tebal, tapi yang paling efektif mengunci barang anda dengan rapat. Kalau setelah wrapping ternyata pallet masih goyang, berarti filmnya kurang punya kemampuan menahan beban atau load retention. Ini adalah fungsi utama dari stretch film yang tidak boleh ditawar lagi.

Biasanya stretch film yang jelek bikin kamu harus “mengakali” dengan lilitan yang jauh lebih banyak dari biasanya. Padahal seharusnya anda bisa hemat biaya kalau film yang dibeli punya kualitas yang mumpuni. Jangan sampai anda tertipu dengan penampilan luar plastik yang terlihat kuat namun letoy saat digunakan.

Baca juga Packing Menggunakan Stretch Film di Suhu Beku (Cold Storage) Aman, Rapi, dan Tetap Efisien

Kenapa Stretch Film Berkualitas Itu Penting?

Stretch film bukan cuma soal bungkus-membungkus barang agar tidak kotor saja. Dia berhubungan langsung dengan banyak aspek penting seperti keamanan barang saat pengiriman biar tidak rusak. Selain itu juga berpengaruh pada efisiensi penggunaan material agar tidak banyak sampah plastik yang terbuang percuma.

Kecepatan proses packing dan performa mesin wrapping juga sangat bergantung pada kualitas film ini. Jika film sering putus, maka mesin akan sering berhenti dan menghambat produksi anda. Pada akhirnya, semua ini akan kembali ke biaya operasional gudang yang harus tetap dijaga agar tidak membengkak karena barang sampah.

Konsultasi & Solusi Packing Bareng Tondira

Kalau kamu mau stretch film yang benar-benar sesuai kebutuhan industri, atau butuh saran untuk sistem pengemasan yang lebih efisien, kamu bisa langsung hubungi Tondira (Tondiraya). Tondira siap bantu dari sisi konsultan aplikasi packaging, pemeliharaan mesin, sampai layanan penjualan & after sales untuk kebutuhan pengemasan dan mesin packing. Yuk konsultasi sekarang biar packing makin aman, rapi, dan hemat!