Strapping band – Pengiriman barang, masalah barang yang geser di atas pallet itu sering banget kejadian. Mungkin kelihatan kayak masalah kecil saja, tapi kalau dibiarkan dampaknya bisa parah. Barang bisa rusak, kemasannya hancur, dan ujung-ujungnya konsumen komplain karena barang yang mereka terima tidak bagus kondisinya.
Biasanya barang geser itu karena cara menyusunnya yang salah atau alat ikatnya yang kurang bagus. Belum lagi kalau di jalan truknya lewat jalan rusak, ngerem mendadak, atau kena getaran terus-menerus. Kalau pallet tidak stabil, risikonya bisa roboh dan ini bahaya buat pekerja yang lagi bongkar muat barang. Jadi, kamu harus pastikan setiap pallet sudah aman sebelum dikirim.
Penyebab Utama Barang Sering Geser
Kamu perlu tahu dulu kenapa barang itu bisa geser supaya bisa dicegah. Pertama, karena susunan barangnya tidak rata. Kalau beratnya cuma kumpul di satu sisi, pallet jadi miring dan gampang jatuh pas dibawa jalan.
Kedua, masalah di tali pengikat atau strapping band. Kalau talinya longgar, ya tidak bakal kuat menahan barang. Tapi kalau talinya jelek, dia bisa putus pas kena guncangan. Ketiga, pembungkusan pakai plastik (stretch film) yang asal-asalan juga bikin barang tidak kokoh dan gampang goyang.
Solusi Biar Barang Tetap Aman di Pallet
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya barang tidak berantakan saat proses distribusi
1. Menyusun Barang dengan Benar
Kamu sebaiknya menyusun barang dengan teknik silang atau interlocking. Ini tujuannya biar kotak-kotak barang itu saling mengunci satu sama lain. Jangan susun terlalu tinggi kalau memang tidak kuat, karena makin tinggi pasti makin goyang. Pastikan bagian bawah pallet penuh dan tidak ada lubang kosong supaya beratnya seimbang.
2. Pakai Strapping Band yang Bagus
Tali pengikat atau strapping band itu penting banget buat menyatukan barang dengan pallet. Gunakan bahan yang kuat seperti PP atau PET. Kamu juga harus pakai alat penarik (tensioner) atau mesin supaya ikatannya kencang maksimal. Kalau ikatannya kuat, barang tidak akan geser ke kanan atau ke kiri.
3. Bungkus dengan Stretch Film yang Benar
Plastik wrap atau stretch film harus dipakai dengan benar. Caranya mulai dari bawah pallet terus naik ke atas secara melingkar. Jangan pelit pakai plastik tapi jangan terlalu boros juga. Kalau mau hasil yang rapi dan tarikannya pas, kamu bisa pakai mesin wrapping otomatis supaya hasilnya selalu sama setiap saat.
4. Gunakan Anti-Slip Sheet
Kalau barang kamu permukaannya licin, kamu bisa selipkan lembaran anti-slip di tiap lapisan barang. Lembaran ini bikin barang jadi lebih kesat dan tidak gampang merosot. Ini sangat membantu kalau kamu kirim barang jarak jauh.
5. Cek Kondisi Mesin Secara Rutin
Kalau kamu pakai mesin buat ikat atau bungkus barang, jangan lupa dirawat. Mesin yang rusak atau tidak disetel dengan benar bakal bikin hasil pengemasan jadi jelek. Kamu harus rajin servis mesin supaya kinerjanya tetap stabil.
Baca juga Mengapa Konsistensi Tegangan Tali Strapping Sangat Penting bagi Logistik?
Pentingnya Investasi di Pengemasan
Banyak orang mikir kalau beli alat pengemasan itu cuma buang uang. Padahal, ini adalah proteksi buat produk kamu sendiri. Biaya kalau barang rusak itu jauh lebih mahal daripada harga tali atau plastik pembungkus. Kalau barang aman, reputasi bisnis kamu juga jadi bagus di mata pelanggan.
Dengan cara pengemasan yang benar, kamu tidak perlu khawatir lagi soal barang geser. Semuanya jadi lebih efisien dan kiriman sampai dengan selamat.
Solusi Pengemasan dari Tondira
Kalau kamu butuh solusi buat mengamankan barang di atas pallet, Tondira bisa membantu anda. Tondira menyediakan strapping band, plastik wrap, sampai mesin-mesin pengemasan yang berkualitas.
Kami adalah perusahaan lokal (PMDN) yang punya kantor di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bandung. Kami tidak cuma jual barang, tapi juga bantu kasih saran pengemasan yang pas buat kebutuhan anda, termasuk urusan servis mesin dan suku cadang. Jangan tunggu sampai barang anda rusak, segera hubungi Tondira untuk solusi pengemasan yang paling aman.
