Cara Mengatasi Masalah Barang Berat yang Sering Roboh di Atas Pallet

Strapping band – Dunia logistik dan pengiriman barang, masalah kegagalan palletizing itu sebenarnya masalah yang sudah lama ada. Tapi anehnya, banyak orang yang masih menganggap ini masalah kecil saja. Padahal kalau kita lihat di lapangan, dampaknya bisa sangat besar untuk bisnis. Bayangkan saja, barang berat yang sudah siap dikirim malah miring atau roboh, bahkan rusak parah sebelum sampai ke pembeli. Ini bukan cuma soal rugi uang karena barangnya rusak, tapi nama baik perusahaan kamu juga bisa jadi taruhannya karena klien jadi tidak percaya lagi.

Sebenarnya, palletizing itu adalah proses menyusun barang-barang di atas pallet supaya gampang dipindah-pindah pakai forklift. Kalau dengar teorinya memang kelihatan gampang sekali, cuma tumpuk-tumpuk saja. Tapi pas dipraktikkan, banyak hal teknis yang bikin proses ini gagal. Apalagi kalau kamu menangani barang yang sangat berat, ukurannya besar, atau beratnya tidak rata di semua sisi.

Di artikel ini, kita bakal bahas kenapa sih susunan barang berat di pallet sering gagal dan bagaimana solusi pengemasan yang lebih benar supaya barang kamu aman.

Kenapa Palletizing Barang Berat Sering Sekali Gagal?

Kita harus cari tahu dulu apa yang salah sebelum mencari solusinya. Biasanya kegagalan ini bukan karena satu alasan saja, tapi campuran dari beberapa masalah di bawah ini:

Beban yang Tidak Rata: Barang berat itu sering punya titik berat yang tidak pas di tengah. Kalau kamu susun tanpa memperhatikan keseimbangan, tumpukan itu bakal gampang sekali miring pas forklift mulai jalan.

Pallet yang Kurang Kuat: Kadang orang pakai pallet seadanya saja tanpa lihat kapasitasnya. Pakai pallet kayu yang sudah lapuk atau pallet plastik murahan buat menopang beban berton-ton ya pasti bakal retak atau patah.

Kurang Pengikat yang Kuat: Ini kesalahan yang paling sering saya lihat. Barangnya sudah disusun rapi, tapi tidak diikat pakai strapping atau dibungkus stretch film yang kencang. Pas truk di jalan goyang sedikit saja, susunan barangnya langsung geser.

Guncangan di Perjalanan: Selama pengiriman jarak jauh, pasti ada getaran hebat. Kalau cara mengemasnya tidak bisa meredam gerakan itu, barang berat pasti bakal roboh pelan-pelan.

Masalah-masalah di atas sering dianggap sebagai “risiko kirim barang”, padahal sebenarnya ini semua bisa kamu cegah kalau cara mengemasnya benar dari awal.

Apa Dampaknya Kalau Palletizing Gagal?

Efeknya bukan cuma barang yang pecah atau penyok saja. Kamu harus keluar biaya lagi buat ganti barang itu. Belum lagi urusan klaim asuransi dan barang retur yang bikin pusing bagian operasional. Untuk industri seperti bahan bangunan atau alat berat, ini bisa jadi kerugian yang terus-menerus kalau tidak segera diperbaiki.

Solusi Supaya Pengemasan Barang Berat Kamu Lebih Aman

Lalu bagaimana caranya supaya susunan barang di pallet tidak gampang rusak? Ini ada beberapa langkah yang bisa kamu coba

1. Jangan Asal Menumpuk Barang

Gunakan pola susun yang saling mengunci (interlocking). Jadi setiap lapisan barang menahan lapisan di bawahnya. Jangan cuma tumpuk lurus ke atas saja karena itu sangat tidak stabil kalau kena goyangan.

2. Pilih Pallet yang Benar-benar Kuat

Jangan pelit soal pallet. Pastikan pallet yang kamu pakai memang kuat menahan beban berat dalam kondisi diam maupun saat dibawa jalan. Cek standar kualitasnya sebelum dipakai.

3. Gunakan Strapping Band yang Kuat

Barang berat itu wajib diikat pakai strapping band. Ini gunanya supaya semua barang jadi satu kesatuan yang kuat dengan pallet-nya. Jadi pas diangkat pakai forklift, barang tidak bakal lari ke mana-mana.

4. Bungkus dengan Stretch Film Berkualitas

Pakailah plastik wrap atau stretch film yang elastis tapi tidak gampang sobek. Lilitkan secara konsisten mulai dari paling bawah sampai ke atas. Kalau plastiknya murahan, nanti gampang sobek kena sudut barang yang tajam, dan fungsinya jadi hilang.

5. Pakai Mesin Kalau Memang Skalanya Besar

Kalau barang yang harus dikemas ada banyak sekali, lebih baik pakai mesin strapping atau mesin wrapping otomatis. Pakai tenaga manusia kadang hasilnya tidak rata, kadang kencang kadang kendur. Mesin bisa bikin hasilnya selalu stabil dan kuat.

Baca juga Cara Memperbaiki Kerusakan Kecil pada Gulungan Stretch Film yang Jatuh

Pentingnya Konsultasi dan Perawatan Mesin

Terkadang masalahnya bukan di bahan yang kamu pakai, tapi cara pakainya yang salah. Itulah kenapa kamu butuh konsultasi soal pengemasan. Harus dihitung beratnya berapa, jenis barangnya apa, dan dikirim ke mana supaya solusinya pas. Selain itu, kalau kamu punya mesin, mesinnya harus dirawat rutin. Mesin yang settingannya salah bisa bikin ikatan barang jadi longgar.

Masalah barang berat yang roboh di pallet sebenarnya bisa dicegah kalau kamu pakai cara yang benar. Mulai dari cara menyusun, pilih pallet yang kuat, sampai pakai pengikat seperti strapping band dan plastik wrap yang bermutu tinggi.

Kalau Anda ingin barang-barang tetap aman dan tidak rugi karena kerusakan di jalan, Anda harus pastikan semua material packing Anda punya kualitas terbaik. Untuk urusan ini, Anda bisa mempercayakan kebutuhan pengemasan Anda kepada Tondira. Sebagai perusahaan lokal yang memang ahli di bidang strapping band, plastik wrap pallet, dan stretch film, Tondira bisa bantu berikan solusi supaya proses palletizing di perusahaan Anda jadi lebih aman dan profesional.