Strapping band – Industri atau pasang-memasang barang untuk dikirim, masalah biaya packaging itu memang sering bikin pusing kepala. Kalau kita lihat, biaya untuk beli material seperti strapping band, plastik stretch film, dus karton, sampai ke pallet itu kalau dijumlahkan setiap bulannya bisa jadi angka yang sangat besar. Belum lagi kita harus bayar tenaga kerja yang tugasnya cuma packing barang seharian.
Banyak pemilik bisnis atau manajer gudang yang ingin sekali memotong biaya ini supaya pengeluaran perusahaan tidak bengkak. Tapi masalahnya, mereka sering takut kalau biayanya dikurangi, nanti kualitas bungkusnya jadi jelek dan barang malah rusak di jalan. Padahal sebenarnya, hemat itu bukan berarti kita pakai bahan yang murahan atau asal-asalan. Kita tetap bisa menghemat asalkan tahu strategi yang benar dan cara pakainya tepat. Jadi, keamanan barang tetap terjaga tapi dompet perusahaan tidak jebol.
Kenapa Kita Harus Mengawasi Biaya Packaging?
Sebenarnya kenapa sih kita harus repot-repot mengurus biaya packaging ini? Jawabannya simpel saja, karena kalau biaya ini tidak dijaga, keuntungan atau margin dari penjualan produk kamu bisa berkurang banyak. Apalagi kalau kamu kirim barang dalam jumlah ribuan setiap bulannya. Selisih seribu rupiah saja per pallet, kalau dikali ribuan pallet, itu sudah jadi uang yang banyak sekali.
Biasanya, biaya packaging itu jadi mahal karena beberapa hal yang tidak kita sadari. Misalnya, karyawan pakai plastik pelapis atau tali strapping yang terlalu berlebihan. Atau bisa juga karena cara kerjanya lambat sehingga butuh banyak orang. Hal lain yang bikin boros adalah kalau barang rusak pas sampai di tangan pembeli, kamu harus ganti rugi dan kirim ulang lagi. Itu biayanya dobel-dobel. Makanya, pengendalian biaya ini harus benar-benar diperhatikan dalam operasional sehari-hari.
Pakai Material yang Memang Sesuai Kebutuhan Saja
Kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan adalah kita sering pakai material yang speknya terlalu tinggi untuk barang yang sebenarnya ringan atau kecil. Ini namanya pemborosan. Misalnya, anda pakai stretch film yang sangat tebal padahal barang yang dibungkus itu enteng dan tidak butuh ditarik kuat-kuat. Atau anda pakai strapping band jenis heavy duty yang buat besi, padahal cuma buat ikat tumpukan dus.
Kamu harus pintar-pintar memilih mana bahan yang pas. Jangan beli yang terlalu besar kalau dus kamu kecil, karena nanti banyak ruang kosong di dalam dus yang harus diisi pakai bubble wrap atau kertas lagi. Dengan memilih ukuran dan jenis material yang tepat, biaya bisa turun tanpa mengurangi fungsi utamanya yaitu melindungi barang.
Pentingnya Punya Standar Cara Kerja (SOP)
Kalau kamu punya banyak karyawan di bagian packing, biasanya cara kerja mereka beda-beda. Ada yang kalau bungkus barang pakai plastiknya banyak banget sampai berputar-putar berkali-kali, ada juga yang cuma sedikit. Kalau tidak ada aturan yang jelas, penggunaan material jadi tidak bisa diprediksi dan susah dikontrol.
Makanya, kamu perlu buat aturan atau SOP yang sederhana saja. Misalnya, beri tahu karyawan kalau untuk pallet ukuran tertentu, plastik stretch filmnya cukup putar lima kali saja. Atau strapping bandnya cukup ikat dua baris. Dengan adanya standar begini, semua orang kerjanya jadi sama, kualitasnya stabil, dan pemakaian bahan jadi lebih irit karena tidak ada yang berlebihan.
Jangan Sampai Barang Rusak Karena Cari Murah
Memang kita ingin hemat, tapi jangan sampai saking ingin murahnya, kita jadi pakai bahan yang jelek banget. Ingat, tujuan utama packaging adalah supaya barang tidak rusak. Kalau barang rusak, biaya retur dan kirim ulang itu jauh lebih mahal daripada harga satu roll plastik. Lebih baik investasikan sedikit lebih banyak di sistem packaging yang benar daripada harus menanggung rugi di belakang karena komplain dari pembeli yang kecewa.
Gunakan Mesin Kalau Pengiriman Sudah Banyak
Kalau perusahaan kamu sudah besar dan kirim barang setiap hari dalam jumlah banyak, mungkin sudah waktunya berhenti pakai cara manual. Pakai tangan itu selain lama, hasilnya juga sering tidak rata. Kadang kencang, kadang kendur. Penggunaan mesin seperti mesin strapping otomatis atau mesin wrapping pallet bisa sangat membantu.
Memang di awal kita harus keluar modal untuk beli mesin, tapi jangka panjangnya akan terasa lebih hemat. Mesin itu pemakaian bahannya sangat terukur dan presisi, jadi tidak ada bahan yang terbuang sia-sia. Selain itu, proses packing jadi lebih cepat dan tidak butuh banyak orang, jadi kamu bisa menghemat biaya gaji karyawan juga.
Baca juga Kesalahan Umum dalam Sistem Packaging Industri yang Harus Dihindari
Pilih Supplier yang Memang Terpercaya
Mencari supplier packaging itu jangan cuma lihat harga yang paling murah di katalog. Kamu harus lihat konsistensi kualitasnya. Jangan sampai pembelian pertama bagus, tapi pembelian kedua bahannya gampang putus atau tipis. Hal seperti ini malah bikin proses kerja terganggu atau mesin jadi sering rusak (downtime).
Pilih supplier yang pengirimannya tepat waktu dan punya dukungan teknis kalau ada masalah. Supplier yang bagus biasanya mau bantu beri saran mana bahan yang paling cocok buat produk kamu supaya lebih efisien.
Pantau Terus Penggunaan Bahan Setiap Bulan
Terakhir, kamu harus rajin melihat data. Coba pantau berapa roll plastik atau berapa box strapping yang habis setiap bulannya. Bandingkan dengan jumlah barang yang dikirim. Kalau barang yang dikirim jumlahnya sama tapi pemakaian bahannya naik, berarti ada yang salah atau ada pemborosan di gudang. Dengan data yang jelas, kamu bisa ambil keputusan yang lebih tepat buat menghemat ke depannya.
Kalau kamu masih bingung bagaimana cara mengatur ini semua, jangan ragu untuk tanya ke ahlinya. PT. Tondiraya Sentosa sudah ada sejak tahun 1990 dan mereka sangat paham soal solusi pengemasan industri. Mereka punya berbagai macam alat seperti strapping band PP dan PET, plastik stretch film, sampai mesin-mesin canggih lainnya. Anda bisa konsultasi langsung dengan mereka supaya dapat rekomendasi sistem packing yang paling hemat tapi tetap aman buat bisnis anda.
