Strapping band – Apakah anda pernah kirim barang tapi pas sampai tujuannya barangnya rusak padahal sudah diikat pakai strapping band? Atau mungkin talinya sering putus waktu lagi proses packing. Masalah kayak gini sering terjadi bukan karena kualitas talinya yang jelek, tapi biasanya karena tarikan atau ketegangannya yang tidak pas. Mengatur ketegangan ini adalah kunci supaya barang anda aman dan rapi waktu dikirim.
Di dunia industri, strapping band ini dipakai buat ikat banyak jenis barang. Ada yang ikat karton, palet, sampai barang berat kayak besi dan kayu. Tiap barang itu butuh kekuatan ikat yang beda-beda. Jadi anda perlu tahu cara atur ketegangannya supaya proses bungkus-bungkus barang jadi optimal.
Apa Itu Ketegangan Strapping Band
Ketegangan strapping band itu maksudnya seberapa kuat tarikan yang dikasih ke tali waktu mengikat barang. Tarikannya harus cukup kuat buat nahan barang supaya tidak geser-geser. Tapi tidak boleh juga terlalu kencang sampai merusak produk atau bikin talinya putus sendiri.
Kalau ikatnya terlalu longgar, barang bisa geser waktu diangkut dan bisa rusak. Tapi kalau terlalu kencang, kemasannya bisa penyok atau retak, bahkan isinya bisa rusak. Makanya pengaturan yang pas itu sangat penting buat keamanan.
Faktor yang Mempengaruhi
Ada beberapa hal yang perlu anda lihat sebelum atur ketegangan. Pertama itu jenis barangnya. Barang yang ringan kayak kardus pasti beda tarikannya sama barang berat kayak logam.
Kedua adalah jenis strapping band yang dipakai. Ada yang jenis PP, PET, atau baja. Itu beda-beda kekuatan dan kelenturannya. Terus cara packingnya juga pengaruh, apakah pakai tangan manual, pakai mesin semi otomatis, atau mesin otomatis.
Cara Atur Pakai Manual
Buat yang packing manual, biasanya ketegangan diatur pakai alat penarik atau tensioner. Pastikan dulu posisi talinya lurus dan tidak melintir sebelum ditarik. Tarik talinya pelan-pelan sampai terasa kuat nahan barang tapi jangan ditekan berlebihan.
Tipsnya adalah coba goyang barangnya sedikit setelah diikat. Kalau barangnya tidak gerak tapi kemasannya masih bagus, berarti itu sudah pas. Jangan dipaksa tarik terus karena nanti talinya bisa cepat rusak atau putus.
Cara Atur di Mesin Otomatis
Kalau pakai mesin strapping semi otomatis atau otomatis, aturnya lewat panel atau tombol putaran yang ada di mesin. Mulai saja dari setelan standar dulu, lalu disesuaikan sama barangnya.
Coba tes dulu beberapa kali sebelum mulai produksi banyak. Lihat apakah talinya kekencangan atau kelonggaran. Mesin yang disetel pas tidak cuma bikin aman produk, tapi juga bikin mesin dan talinya lebih awet.
Baca juga Cara Pakai Strapping Band Manual Tidak Pakai Mesin, Hemat dan Aman
Manfaat Ketegangan yang Pas
Kalau ketegangannya pas, banyak untungnya buat proses pengemasan. Barang jadi lebih aman waktu disimpan atau dikirim. Kerusakan bisa dikurangi dan kemasan jadi kelihatan rapi.
Selain itu biaya juga jadi lebih efisien. Tali strapping tidak gampang putus dan mesin jadi awet. Waktu kerja juga jadi lebih cepat. Ini bagus buat produktivitas kerjaan.
Hubungi Ahlinya
Tiap industri punya kebutuhan yang beda-beda. Jadi tidak ada satu setelan yang cocok buat semua barang. Lebih baik tanya sama ahli strapping band yang sudah pengalaman biar tahu setelan yang pas.
Anda bisa percayakan kebutuhan ini ke Tondira. Tondira atau Tondiraya ini pemimpin di industri strapping band dan siap bantu kebutuhan packing anda. Tondira ini perusahaan lokal 100% atau PMDN. Cabangnya ada di Surabaya, Malang, Bandung, dan pusatnya di Jakarta.
Tondira punya layanan konsultan pengemasan, bisa servis mesin, dan layanan purna jual. Jadi Tondira siap bantu anda menentukan setelan ketegangan yang paling pas. Silakan hubungi Tondira sekarang biar sistem packing bisnis anda lebih aman dan efisien.
