Strapping band – Stretch film itu adalah salah satu barang buat bungkus yang paling sering dipakai di banyak industri. Mulai dari urusan logistik, pabrik, sampai gudang-gudang besar pasti pakai ini. Fungsinya ya sebenarnya sederhana tapi sangat penting, yaitu buat bungkus dan ikat barang supaya tidak goyang dan tetap aman pas disimpan atau waktu dikirim ke pembeli. Tapi, banyak orang di industri yang mengeluh soal masalah yang sama, yaitu stretch film sering sekali putus pas lagi ditarik. Masalah ini kelihatan simpel, padahal dampaknya lumayan bikin pusing karena efisiensi kerja jadi terganggu dan biaya operasional jadi makin mahal.
Kalau stretch film gampang putus, proses bungkus barang atau wrapping jadi makin lama. Kamu jadi boros plastik karena banyak yang terbuang percuma, dan yang paling bahaya itu barang kamu jadi tidak terikat dengan kuat. Jadi, apa sebenarnya yang bikin stretch film sering putus? Apakah gara-gara kualitas plastiknya, cara pakainya yang salah, atau malah mesinnya yang bermasalah? Mari kita bahas satu per satu di bawah ini.
1. Kualitas Stretch Film Tidak Sesuai Kebutuhan
Penyebab pertama yang paling sering terjadi adalah kamu salah pilih kualitas stretch film yang tidak pas sama kebutuhan. Harus diingat kalau tidak semua stretch film itu dibuat buat fungsi yang sama. Ada plastik yang memang dibuat elastis sekali, tapi ada juga yang lebih kaku buat barang-barang yang ringan saja.
Kalau kamu pakai stretch film yang tipis buat bungkus barang yang berat atau barang yang punya sudut tajam, ya pasti plastiknya bakal sering putus. Begitu juga kalau beli stretch film yang kualitasnya rendah, biasanya daya regangnya atau elongation itu sangat terbatas, jadi tidak kuat kalau ditarik maksimal.
2. Teknik Penarikan yang Terlalu Agresif
Cara orang yang membungkus juga punya pengaruh besar. Kalau kamu narik stretch film terlalu kuat atau sentakannya tidak stabil, plastik itu bakal gampang putus, apalagi kalau kamu bungkusnya pakai tangan alias manual. Banyak pekerja yang mikir kalau ditarik makin kencang, ikatannya bakal makin kuat, padahal itu salah.
Setiap stretch film itu punya batas maksimal buat ditarik. Kalau kamu paksa tarik sampai lewat batas, plastik itu bakal kehilangan kekuatannya dan sobek. Cara bungkus yang benar itu tarikannya harus stabil dan rata ke seluruh bagian barang.
3. Pengaturan Mesin Wrapping Tidak Tepat
Buat perusahaan yang sudah pakai mesin bungkus otomatis atau yang semi otomatis, biasanya masalah ada di pengaturan mesinnya. Kalau setingan tegangan atau tension terlalu tinggi, atau bagian pre-stretch tidak pas, plastik bakal gampang putus waktu mesin lagi muter.
Selain itu, kalau mesin jarang dirawat, komponennya bisa aus dan narik plastiknya jadi tidak lancar. Ini alasan kenapa servis mesin itu penting supaya performa stretch film kamu tetap bagus dan tidak banyak plastik yang rusak sia-sia.
4. Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi
Hal ini sering dianggap remeh, tapi suhu dan kelembapan di tempat kerja itu pengaruh ke plastik stretch film. Kalau suhu di gudang terlalu panas, plastik bisa jadi lembek sekali. Sebaliknya, kalau suhunya terlalu dingin, plastik bisa jadi kaku dan gampang pecah atau rapuh.
Kalau kamu simpan stok stretch film di gudang yang suhunya tidak dijaga, kualitas plastiknya bisa turun bahkan sebelum dipakai. Efeknya, pas baru ditarik sedikit saja plastiknya sudah langsung robek.
5. Bentuk dan Permukaan Barang
Barang yang punya sudut tajam atau permukaannya kasar sekali sering jadi penyebab utama plastik putus. Kalau kamu tidak pakai pelindung tambahan seperti corner protector atau cara bungkusnya tidak benar, plastik bakal kena tekanan yang terlalu besar di satu titik saja. Tekanan yang tidak rata inilah yang bikin film cepat sobek meskipun kamu sudah beli plastik yang kualitasnya bagus.
6. Kurangnya Konsultasi dan Evaluasi
Banyak perusahaan yang asal beli stretch film cuma karena biasanya pakai jenis itu, tanpa pernah coba evaluasi lagi. Padahal kebutuhan bungkus barang bisa berubah, mungkin barangnya makin berat atau sistem pengirimannya yang berubah. Tanpa tanya ke ahlinya, kamu mungkin saja masih pakai stretch film yang sebenarnya sudah tidak cocok lagi buat kebutuhan kamu sekarang.
Baca juga Cara Mengelola Limbah Plastik Wrapping Bekas di Gudang agar Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Solusi Supaya Stretch Film Tidak Gampang Putus
Supaya masalah plastik putus ini tidak terjadi terus-menerus, ada beberapa hal yang penting buat kamu lakukan
Pilih jenis stretch film yang pas sama berat dan jenis barang kamu.
Belajar teknik narik plastik yang benar dan stabil.
Cek dan servis mesin wrapping secara rutin jangan sampai rusak dulu baru dibetulkan.
Perhatikan tempat penyimpanan plastik jangan sampai terlalu panas atau lembap.
Minta bantuan atau saran dari orang yang memang sudah ahli di bidang pengemasan.
Di sinilah peran Tondira jadi sangat penting buat membantu kamu. Tondira (Tondiraya) adalah perusahaan lokal asli Indonesia yang sudah ahli di urusan strapping band dan solusi bungkus barang. Mereka punya cabang di banyak kota seperti Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bandung.
Tondira bukan cuma jualan barang, tapi mereka bisa jadi konsultan buat kamu. Mereka punya layanan kontrak servis mesin, sediakan suku cadang, dan layanan purna jual yang lengkap. Jadi, Tondira bakal bantu supaya proses bungkus barang di tempat kamu jadi lebih efisien, aman, dan tidak ada lagi masalah plastik putus.
Ingin tahu stretch film dan sistem pengemasan yang paling tepat untuk bisnis Anda? Kamu bisa hubungi Tondira sekarang juga buat konsultasi dan dapatkan solusi bungkus barang yang paling benar buat kebutuhan industri kamu sekarang dan buat ke depannya.
