Strapping band – Menjual barang elektronik yang harganya mahal seperti laptop atau HP memang bisa kasih untung banyak, tapi kamu harus tahu kalau risikonya juga besar. Kalau kamu salah sedikit saja waktu bungkus atau packing, barang itu bisa lecet, layarnya pecah, atau yang paling parah bisa mati total pas sampai di pembeli. Buat kamu yang jadi penjual, kejadian begini bukan cuma bikin rugi uang saja, tapi nama baik toko kamu bisa rusak cuma gara-gara satu orang komplain di penilaian.
Makanya, belajar cara packing barang elektronik yang mahal itu bukan lagi pilihan, tapi sudah jadi kewajiban. Apalagi sekarang jamannya orang belanja di marketplace dan kirimnya jauh-jauh antar kota atau pulau. Paket kamu bakal melewati banyak tangan dan proses. Di tulisan ini, saya akan kasih tahu detail gimana cara packing laptop dan HP yang aman dan benar supaya barang tidak rusak di jalan.
Kenapa Laptop dan HP Butuh Cara Packing yang Khusus?
Laptop dan HP itu masuk kategori barang yang gampang pecah atau rusak dan nilainya mahal. Di dalam barang itu ada bagian-bagian yang sensitif sekali, misalnya mesin atau motherboard, layar, baterai, sampai kabel-kabel kecil yang bisa putus kalau kena benturan atau tekanan. Kalau kamu salah bungkus, efeknya bisa bahaya sekali buat barang itu.
Kita juga tidak bisa kontrol apa yang terjadi selama di kurir atau ekspedisi. Paket kamu bisa saja tertindih barang berat, jatuh, atau terguncang keras pas di mobil pengiriman. Jadi, cara packing yang benar itu harus bisa melindungi barang dari tiga hal: benturan, tekanan dari atas, dan juga getaran. Penjual yang sudah profesional biasanya pakai sistem bungkus berlapis-lapis. Jadi bukan cuma asal bungkus pakai plastik gelembung atau bubble wrap saja, tapi dipikirkan juga kekuatan kotaknya.
Cara Packing Laptop yang Aman untuk Kirim Jauh
Cara bungkus laptop itu beda dengan HP karena ukurannya lebih lebar dan lebih berat. Bagusnya kalau kamu masih punya kotak asli dari pabriknya, karena di dalam sana sudah ada busa pelindungnya. Tapi kalau mau kirim jauh, kotak asli saja tidak cukup.
Pertama, kamu harus pastikan laptop sudah mati total dan dibungkus plastik khusus biar tidak ada listrik statis. Setelah itu, kamu bungkus pakai bubble wrap yang tebal, kira-kira dua atau tiga lapis. Kamu harus perhatikan bagian pojok-pojok laptop karena bagian itu paling sering rusak kalau terbentur. Jangan lupa juga kasih pelindung tambahan di bagian layar supaya tidak tertekan dari luar.
Kalau sudah dibungkus plastik gelembung, masukkan lagi ke dalam kardus tambahan yang lebih besar. Di antara kotak laptop dan kotak luar itu, kamu isi celah yang kosong pakai busa, kertas yang diremas-remas, atau kertas sarang lebah. Intinya adalah barang di dalam tidak boleh goyang atau geser sama sekali pas kotak itu kamu goyangkan.
Cara Packing HP Supaya Tidak Rusak Sampai Tujuan
Untuk HP, caranya lebih simpel tapi tetap harus teliti. Kalau masih ada kotak aslinya itu sangat membantu karena biasanya sudah ada tempat HP-nya di dalam. Tapi kamu tetap butuh perlindungan tambahan di luar kotak itu.
Kamu bungkus kotak HP itu pakai bubble wrap beberapa lapis dan pastikan semua sisi tertutup, jangan cuma depan atau belakang saja. Setelah itu, cari kardus yang ukurannya pas, jangan kegedean biar HP-nya tidak lari-lari di dalam. Kamu tambahkan pengganjal di dalam kardus biar posisinya tetap diam. Kalau kamu kirim lebih dari satu HP, setiap HP harus dibungkus sendiri-sendiri supaya tidak saling tabrak. Terakhir, jangan lupa tempel stiker “Barang Pecah Belah” biar kurirnya lebih hati-hati.
Pentingnya Pakai Bahan Packing yang Bagus
Banyak penjual yang mau hemat uang dengan pakai bahan packing murah. Padahal kualitas bahan itu yang menentukan barang kamu selamat atau tidak. Pakai bubble wrap yang tipis atau kardus lembek itu sangat bahaya buat barang harga jutaan rupiah.
Bahan lain seperti tali pengikat (strapping band) atau plastik film (stretch film) juga penting kalau kamu kirim barang dalam jumlah banyak. Dengan ikatan yang kuat, risiko paket terbuka di jalan bisa berkurang banyak. Bahkan untuk penjual yang sudah besar, pakai mesin pengikat otomatis bisa bikin kerjaan lebih cepat dan hasil bungkusnya jadi lebih kuat dibanding pakai tangan saja.
Baca juga Cara Packing Barang agar Terlihat Mewah Meski Menggunakan Bahan Sederhana
Sistem Packing untuk Penjual Besar dan Distributor
Kalau kamu adalah distributor atau penjual yang kirim banyak barang setiap hari, kamu harus punya aturan tetap atau SOP untuk cara bungkus barang. Aturan ini harus jelas, misalnya berapa lapis bubble wrap yang dipakai, jenis kardusnya yang mana, sampai cara ikatnya gimana.
Kalau kirim pakai palet kayu, kamu harus pakai plastik film yang kuat supaya tumpukan barang tidak geser pas dimuat ke truk. Dengan sistem yang benar, barang kamu jadi lebih aman dan pembeli jadi lebih percaya sama toko kamu karena barang sampai dengan kondisi yang rapi dan aman.
Investasi di Bahan Packing Sama dengan Menjaga Nama Baik
Kesimpulannya, cara packing barang mahal itu bukan cuma soal bungkus-membungkus saja. Ini adalah cara supaya bisnis kamu bisa awet dalam jangka panjang. Kalau ada satu barang saja yang rusak, kamu harus urus pengembalian uang, barang balik ke toko, dan dapat rating jelek dari pembeli.y
Maka dari itu, pakailah bahan packing yang memang bagus dan standar. Pastikan kamu pilih tali pengikat yang kuat dan plastik yang elastis tapi tidak gampang sobek. Kalau kamu butuh solusi buat urusan packing ini, seperti mesin packing atau bahan-bahannya, Tondira bisa bantu kamu. Tondira adalah perusahaan lokal yang punya kantor di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bandung. Mereka sudah berpengalaman soal alat packing manual sampai otomatis dan siap bantu supaya bisnis kamu lebih profesional dan barang kiriman kamu selalu aman.
