Strapping band – Kalau kita bicara soal kirim barang di dunia logistik, biasanya yang paling bikin pusing itu bukan cuma soal beratnya saja. Masalah yang sering muncul adalah kalau barang itu punya bentuk yang tidak beraturan atau irregular shape. Barang-barang yang punya sudut tajam, ada bagian yang menonjol ke sana-sini, atau bentuknya unik memang sangat menyulitkan waktu mau dibungkus.
Anda harus hati-hati, karena kalau teknik packing yang dipakai salah, dampaknya bisa parah. Barang Anda bisa lecet, penyok, atau yang paling buruk adalah rusak total saat sampai di tangan pelanggan. Masalah ini biasanya sering dialami sama orang yang jualan spare part mesin, furniture yang dipesan khusus (custom), kerajinan tangan, komponen otomotif, sampai alat-alat industri berat. Karena bentuknya tidak kotak atau tidak simetris, barang jadi susah dibuat stabil kalau ditaruh di atas pallet atau di dalam kardus. Jadi, Anda butuh solusi yang benar-benar pas, bukan cuma dibungkus seadanya saja.
Mengapa Barang Bentuk Tidak Beraturan Butuh Teknik Khusus?
Barang yang bentuknya tidak rata itu biasanya punya titik tekanan yang tidak sama di setiap sisinya. Waktu barang ditumpuk di gudang atau kena getaran di dalam truk pengiriman, tekanan itu bakal berkumpul di satu titik saja. Kalau titik itu tidak dilindungi dengan benar, bagian tersebut gampang retak atau bahkan patah.
Selain itu, Anda pasti merasa susah kalau mau mengikat barang yang bentuknya aneh pakai cara biasa. Tali atau strap yang biasa digunakan sering melonggar sendiri karena tidak ada permukaan datar yang bisa menahan tali itu tetap kencang. Itulah alasannya kenapa Anda harus mulai pakai material packing yang lebih modern seperti strapping band dan stretch film.
Tips dan Solusi Packing yang Bisa Anda Coba
1. Pakai Strapping Band untuk Mengunci Posisi
Salah satu cara paling ampuh buat mengamankan barang yang bentuknya tidak beraturan adalah pakai strapping band. Alat ini gunanya untuk mengikat barang supaya tidak lari-lari, apalagi kalau ditaruh di atas pallet. Ada banyak jenisnya, ada yang dari bahan PP (Polypropylene) atau PET (Polyester). Kalau barang industri Anda berat, saya sarankan pakai PET karena tarikannya jauh lebih kuat. Anda bisa pakai mesin manual atau otomatis supaya ikatannya lebih pas dan kencang.
2. Lapisi dengan Stretch Film supaya Lebih Aman
Setelah diikat, permukaan barang juga harus dijaga. Stretch film atau plastik wrap pallet ini bagus sekali untuk membungkus barang yang bentuknya tidak beraturan karena plastiknya elastis dan bisa mengikuti lekukan barang Anda. Plastik ini bakal kasih tekanan yang rata di seluruh permukaan. Hasilnya, barang jadi lebih stabil dan tidak gampang kena debu atau air. Kalau mau lebih aman, Anda bisa bungkus beberapa lapis.
3. Beri Pelindung Sudut dan Pengisi Ruang Kosong
Bagian sudut yang tajam itu area yang paling bahaya. Anda bisa tambahkan corner protector dari karton tebal atau plastik keras supaya sudutnya tidak pecah. Selain itu, kalau ada ruang kosong di dalam kotak, jangan dibiarkan begitu saja. Isi pakai bubble wrap, foam, atau kertas supaya barang tidak goyang-goyang di dalam saat ada guncangan.
4. Gunakan Pallet yang Sesuai
Kalau kirim barang dalam jumlah banyak, lebih baik pakai pallet. Pallet ini membantu supaya beban barang terbagi rata dan gampang dipindahkan pakai forklift. Tapi Anda harus pastikan posisi barang sudah stabil dulu sebelum mulai diikat pakai strapping dan dibungkus plastik. Kombinasi antara pallet, strapping band, dan stretch film adalah cara paling aman buat distribusi barang industri.
5. Tanya Sama Ahlinya
Karena setiap barang punya sifat yang beda-beda, cara membungkusnya juga tidak bisa disamakan semua. Kadang Anda butuh saran dari orang yang memang sudah biasa menangani masalah ini. Perusahaan yang jual bahan packing biasanya punya layanan konsultasi. Ini penting supaya Anda tidak boros biaya tapi barang tetap aman.
Jangan Lakukan Kesalahan Ini Saat Packing
Sampai sekarang masih banyak orang yang cuma mengandalkan kardus saja. Padahal kardus tidak akan kuat menahan tekanan kalau pengirimannya jauh. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah ikatannya terlalu longgar atau plastiknya terlalu tipis. Kalau ini terjadi, barang Anda tetap bakal bergerak dan risiko rusaknya tetap besar. Jadi, kualitas bahan itu sangat penting.
Baca juga Mengatasi Masalah Residu Lem Plastic Wrap yang Menempel pada Produk
Jangan Sembarangan Membungkus Barang
Intinya, packing barang yang bentuknya tidak beraturan itu memang butuh usaha lebih. Anda harus pakai strapping band yang kuat dan stretch film yang kualitasnya bagus. Jangan sampai Anda rugi cuma karena mau menghemat biaya packing tapi barangnya malah rusak.
Kalau Anda butuh solusi lengkap buat strapping band, plastik wrap, sampai mesin packing yang manual atau otomatis, Anda bisa coba hubungi Tondira (Tondiraya). Mereka ini perusahaan lokal yang sudah punya cabang di banyak kota seperti Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bandung. Mereka tidak cuma jual barang, tapi juga bisa kasih konsultasi dan bantu perbaikan mesin kalau ada yang rusak.
