Strapping band – Industri dan juga proses distribusi barang, mengemas produk yang punya bobot berat itu sebenarnya tidak mudah. Anda tidak bisa sembarangan menggunakan plastik atau kardus biasa seperti saat membungkus paket belanjaan online yang ringan. Produk-produk seperti mesin pabrik, bahan untuk bangunan, komponen alat berat, drum berisi cairan, atau muatan besar di atas pallet punya risiko yang sangat tinggi kalau sampai salah dalam memilih pembungkusnya.
Kalau anda memaksakan menggunakan material packaging yang tidak sesuai standar, nanti barang berat itu bisa bergeser dari posisinya. Hal ini tentu berbahaya karena bisa merusak kemasan luar, atau yang paling parah bisa merusak isi produk itu sendiri saat sedang di jalan atau saat dipindahkan. Jadi, anda harus paham kalau pemilihan material packaging untuk barang berat itu punya aturan main yang berbeda. Perusahaan harus benar-benar memilih bahan yang tepat supaya barang tetap stabil, aman, dan pengiriman jadi lebih efisien.
Kenapa Barang Berat Memerlukan Penanganan Kemasan yang Berbeda?
Alasannya cukup sederhana, yaitu karena barang berat memberikan tekanan atau beban yang jauh lebih besar pada kemasan itu sendiri, pada pallet, dan juga pada tali pengikatnya. Belum lagi kalau bicara soal proses pemindahan barang atau handling. Biasanya barang-barang ini dipindah menggunakan forklift atau alat berat lainnya. Kalau kemasannya lemah, sedikit benturan saja bisa berakibat fatal. Ada beberapa risiko yang sering terjadi kalau anda abai soal ini
- Muatan barang bisa bergeser atau miring saat di dalam truk atau kontainer.
- Pallet bisa pecah, rusak, atau patah karena tidak kuat menahan beban.
- Tali pengikat atau ikatan bisa putus saat ditarik atau saat perjalanan.
- Produk bisa jatuh dan hancur karena kemasan tidak mampu menopang.
- Proses menaikkan barang ke kendaraan jadi lebih sulit dan memakan waktu lama.
Oleh karena itu, anda memang harus mencari material yang standarnya jauh lebih kuat dari biasanya.
Memulai dari Pemilihan Pallet yang Kuat
Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah pallet. Pallet adalah pondasi utama. Anda harus memilih pallet yang kapasitasnya memang dibuat untuk menahan beban berat tersebut. Ada beberapa pilihan yang biasanya digunakan di industri, misalnya pallet kayu jenis heavy duty yang kayunya lebih tebal. Ada juga pallet plastik khusus industri yang tahan lama, atau pallet logam kalau memang bebannya sangat ekstrem.
Anda jangan sampai memakai pallet yang tipis hanya karena ingin menghemat biaya. Pallet yang terlalu lemah adalah sumber bencana utama dalam pengiriman barang berat. Pastikan kapasitas pallet itu sesuai dengan berat barang yang anda taruh di atasnya.
Menggunakan Strapping Band yang Berkekuatan Tinggi
Setelah pallet sudah siap, anda butuh pengikat. Untuk barang yang beratnya luar biasa, anda disarankan memakai strapping band jenis PET. Jenis ini jauh lebih kuat dibanding strapping plastik biasa karena punya kekuatan tarik yang sangat tinggi.
Fungsi dari strapping band ini adalah untuk menjaga supaya barang tidak lari ke mana-mana dan tetap menempel kuat pada pallet. Ini juga membantu petugas forklift saat mengangkat barang agar muatannya tidak goyang. Anda juga harus menghitung jumlah ikatannya, jangan pelit memberikan ikatan kalau memang barangnya besar dan berat.
Melapisi dengan Stretch Film untuk Stabilitas
Meskipun sudah diikat dengan strapping, anda tetap perlu menggunakan stretch film. Plastik film ini fungsinya untuk menyatukan lapisan-lapisan barang agar menjadi satu kesatuan yang stabil. Apalagi kalau anda menumpuk barang cukup tinggi di atas pallet, stretch film akan menjaga tumpukan itu tidak berhamburan. Selain itu, plastik ini juga bagus untuk melindungi barang anda dari debu, kotoran, atau air hujan selama proses distribusi di luar ruangan.
Menambahkan Pelindung di Sudut dan Alas
Barang berat seringkali memberikan tekanan yang sangat besar pada titik-titik tertentu, terutama di bagian sudut. Kalau tidak diberi pelindung, sudut kardus atau kemasan bisa penyok atau robek. Anda bisa menambahkan corner protector atau edge protector yang terbuat dari bahan keras. Penggunaan alas tambahan seperti papan atau karton tebal di bawah barang juga sangat membantu untuk meratakan tekanan beban agar pallet tidak cepat rusak.
Menyesuaikan dengan Jenis Produk dan Rute Pengiriman
Anda tidak boleh menyamakan cara bungkus mesin dengan cara bungkus drum atau bahan bangunan. Mesin mungkin butuh baut yang kuat agar stabil, sedangkan drum butuh sistem agar tidak menggelinding. Begitu juga dengan rute pengirimannya. Kalau anda hanya kirim barang jarak dekat pakai truk kecil, mungkin perlakuannya berbeda dengan barang yang harus masuk kontainer laut untuk ekspor internasional yang perjalanannya bisa berminggu-minggu.
Selalu Lakukan Uji Coba
Sebelum anda mengirim barang dalam jumlah banyak, sebaiknya anda lakukan tes atau uji coba pengemasan dulu. Anda bisa mencoba memindahkan barang tersebut dengan forklift atau menggoyang-goyangkannya untuk melihat apakah ikatannya sudah kuat atau belum. Uji coba ini sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
Baca juga Cara Membuat Sistem Packing Lebih Cepat dan Konsisten
Jangan Tergoda Harga Murah
Banyak orang terjebak ingin membeli material packaging yang murah sekali. Padahal, kalau material itu gagal melindungi barang anda, biaya kerusakannya akan jauh lebih mahal. Biaya retur barang, klaim dari pelanggan, dan keterlambatan pengiriman itu harganya sangat tinggi. Jadi, lebih baik investasi sedikit lebih banyak di awal untuk material yang berkualitas.
Kalau anda merasa bingung memilih mana yang cocok, anda bisa berkonsultasi. PT. Tondiraya Sentosa sudah berdiri sejak tahun 1990 dan mereka sangat paham soal urusan pengemasan industri ini. Mereka menyediakan strapping band PP dan PET, stretch film, sampai mesin-mesin otomatis untuk membantu proses pengemasan anda. Anda bisa menghubungi mereka untuk mendapatkan saran mengenai sistem apa yang paling pas untuk operasional bisnis anda supaya pengiriman barang berat anda jadi lebih tenang dan aman.
